continental-drift5

Teory Continental Driff (Pengapungan Benua)



Mas dan mba bro… ane mau cerita soal teori pengapungan benua atau biasa disebut Teori  Continentral Drift. Teori ini memiliki andil yang besar bagi perkembangan ilmu geologi  loh… kenapa?  Dengan adanya teori ini para ahli geologi telah mampu menjawab bagaiamana proses terbentuknya gunung api, gunung api bawah laut, pemekaran samaudra, dan yang paling WOW  adalah terjawabnya misteri tebentuknya benua dan samudra yang sekarang ini ada loh..

Sudah mulai penasaran ???? atau malah bingung??… heheh.

ilmuan yang menemukan teori ini bernama ALFRED LOTHAR WEGENER. Beliau adalah seorang ilmuwan, Geologist dan metereologist yang berasal dari Jerman

Teori Continental Drift menyatakan bahawa permukaan Bumi terletak di atas kerak bumi yang tipis. Kerak bumi ini senantiasa bergerak disebabkan pergerakan magma dibawah kerak bumi. Segmen kerak bumi ini dikenali sebagai plat tektonik. Hipotesa utama dari continental drift (pengapungan benua) bahwa adanya satu “super continent” yang dinamakan pangea dan dikelilingi panthlasa lalu sekitar 200 juta tahun yang lalu super kontinen ini pecah menjadi benua yang lebih kecil yang kemudian bergerak ke tempatnya.

continental-drift5

Gambar 1.1. Posisi Benua Pada 200 juta tahun lalu hingga sekarang

Akibat dari pergerakan lempeng benua yang disebabkan oleh magma Pangea pecah menjadi dua kontinen , yaitu pangea utara yang disebut juga Laurasia, dan pangea selatan yang disebut juga Gondwanaland. Kedua benua ini dipisahkan samudra Tethys. Akan tetapi Wegener pada saat itu  tidak dapat menjelaskan mengenai mekanisme pergerakannya pada saat itu dan sedikitnya bukti-bukti pendukung sehingga teori ini kurang mendapat tanggapan sampai sekitar tahun 1950 dimana ditemukannya beberapa bukti-bukti yang dapat menjelaskan teori Pengapungan Benua (Continental Drift).

Kemudian dalam penelitiannya, dipertengahan tahun 1911 di perpustakaan Universitas Marburg Wegener menemukan tulisan ilmiah mengenai identifikasi fosil dalam strata geologi yang terpisah oleh samudera. Penjelasan dari teori pada waktu itu adalah adanya jembatan berupa daratan sehingga hewan dan tumbuhan dapat bermigrasi melintasi samudera. Tetapi Wegener beranggapan bahwa daratanlah yang saling terpisah setelah sebelumnya bersatu sebagai supercontinent yang selanjutnya terpisah sejak 180 juta tahun yang lalu. Hal ini berdasarkan fosil, bentuk benua dan iklim. Contoh dari bentuk benua adalah kecocokan garis pantai benua Afrika dan Amerika Selatan. sebaran batubara di Eropa bersambung dengan batubara di Amerika Utara. Wegener juga menjelaskan bahwa fosil Mesosaurus dan Lystrosaurus ditemukan di tempat yang dipisahkan oleh lautan.

Hingga pada awal dekade 1950-an dikembangkan paleomagnetisme sebagai ilmu pengetahuan baru di Cambridge University oleh S. K. Runcorn dan di Imperial College oeh P.M.S. Blackett yang banyak memberikan data untuk mendukung teori Wegener. Pada awal tahun 1953, sampel dari India menunjukkan daerah ini dulunya terletak pada lintang selatan sesuai prediksi Wegener. Tahun 1959 telah cukup data dan bukti untuk membuka pikiran sehingga teori Pengapungan Benua lebih bisa diterima. Di Inggris pada tahun 1964, Royal Society menggelar simposium tentang teori ini. Tambahan pada dekade 1960-an dengan ditemukannya pemekaran tengah samudera (seafloor spreading) dan Wadati-Benioff zones menjadikan teori ini menjadi dasar teori Tektonik Lempeng (Plate Tectonic) yang sangat populer sampai sekarang. Wegener menjadi salah satu tokoh revousi ilmu pengetahuan di abad 20.

Kemudian seorang ilmuan inggris Arthur Holmes berhasil menjelaskan bagaiamana mekanisme pergerakan lempeng benua yang disebabkan oleh arus konveksi yang terjadi pada bagian astenosfer. Dia menjelaskan:

convection

Gambar 2.2. Arus Konveksi Pada Astenosfer

  • Arus konveksi di dalam mantel bumi dan benua dianggap sebagai bongkah-bongkah pasif yang menumpang di atas arus konveksi tersebut dan bergerak secara bebas.
  • Punggung tengah samudera (Mid Oceanic Ridge) merupakan tempat naiknya arus konveksi dari mantel ke permukaan. Palung samudera (trench) merupakan arus konveksi masuk ke dalam mantel.

Arus konveksi menjadi gaya pendorong kerak bumi sehingga mampu bergerak ketempatnya sekarang.

4 thoughts on “Teory Continental Driff (Pengapungan Benua)”

    1. arus konveksi disini adalah perpindahan kalor beserta medianya..sperti pada pergerakan angin laut dan angin darat. analogi ini di terapkan pada pergerakan magma di dalam bumi yg mennyebabkan lempeng-lempeng kerak bumi yang menumpang daasnya ikut bergerak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s