Rembesan Minyak di Kalibening , Banjarnegara , Jawa Tengah


Nih..ane kasih informasi tentang rembesan minyak di daerah kalibening, Banjarnegara. Informasinya sebenarnya dah di publish di tahun 2004. Ane dapat informasinya dari email yang dikirim pak Awang Harun satyana yang dipublish lewat iagi-net.  Mungkin daerah ini bisa dijadikan daerah kajian yang menarik buat temen- temen….. monggo…!!!!

[iagi-net-l] Re: [Geo_unpad] RE: [iagi-net-l] Fw: Potensi Sumber Daya Migas Kita

Awang Satyana

Tue, 14 Dec 2004 18:15:28 -0800.

Gunawan,

Maaf baru respon, saya baru kembali dari Bandung. Apa yang ditemukan di
lapangan saya pikir persis seperti yang diceritakan oleh van Bemmelen (1949).
Rembesan minyak akan lebih banyak lagi ditemukan ke utara di lereng barat
Gunung Ungaran, juga di lereng timurnya, hanya tak sebanyak di lereng baratnya. 

Akan bagus sekali kalau rembesan minyak itu dianalisis semua sifat geokimianya.
Dari data analisis kita bisa bicara banyak tentang sifat, asal, umur, dll
minyak. Setelah kita gabung dengan data geologi di sekitarnya, maka kita akan
bisa menyusun rekontruksi pembentukan minyak ini dan bagaimana memburu
akumulasinya yang lebih besar.

Langsung ke jawaban pertanyaan2 ya..

1. Pertanyaan bagus. Volkanisme bukan penghambat pembentukan petroleum system.
Butir2 kuarsa bisa dihasilkan oleh volkanisme, tak hanya oleh erosi kerak
batuan yang granitik (coba cek paper terbaru dari Smith, 2003 di Proceedings
IPA, dan di Jawa ini banyak contohnya). Tuf pun bisa jadi reservoir yang bagus
dan sudah dibuktikan oleh Wunut field dan Jatibarang field. Memang source tak
ada di batuan volkanik, tapi efek volkanisme bisa sangat meningkatkan heatflow
yang nantinya akan berpengaruh ke pematangan source di suatu cekungan yang ada
gunungapinya. Seal dan trap sedikit berkaitan dengan volkanisme. Dari uraian
itu, volkanisme bukan penghambat, bahkan punya efek positif ke pematangan
source. Di sebuah submarine volcanoclastic seperti Merawu dan Penyatan, source
bisa dari napal yang umurnya sama. Intrusi menunjukkan gejala magmatis yang
aktif, sama juga, ia akan mengangkat nilai heatflow secara keseluruhan. Ada
juga negatifnya, paling tidak ke produksi CO2 (bila reservoir a
 tau
 source nya karbonat) yang akan mencemari akumulasi gas.

2. sudah dijawab di atas, positif, porositas tuf volkaniklastik Pucangan di
Wunut field bisa sampai 35 %. kuarsitik bisa dari efek volkanisme, terutama
tipe2 gunung dengan erupsi Plinian.

3. Migrasi pathway Karangkobar adalah melalui ramp fault, yaitu sejumlah sesar
naik/normal yang muncul dari sistem decollement yang terbentuk akibat
subsidence. Vertical fault ini akan membawa generated HC di Worowari sources
bermigrasi ke atas dan masuk ke level Merawu, Penyatan, Banyak atau Cipluk beds.

4. Thrust yang aktif bisa menaikkan konduktivitas termal batuan2 yang
terdeformasi, ini akan meningkatkan gradien geotermal dan otomatis meningkatkan
kematangan. Efek negatifnya bisa membocorkan trap2 yang sebelumnya sudah
terbentuk.

Ok, semoga cukup menjawab pertanyaan2 yang diajukan. 

Mestinya Jawa Tengah tidak terlalu lama menjadi terra incognita.

salam,
awang 83.

gunawan wibisono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pa Awang,

Saya sangat tertarik dengan kajian petroleum system untuk daerah jawa tengah
(khususnya daerah karangkobar). Kebetulan pemetaan awal hingga pemetaan akhir
saya dilakukan di sekitar karangkobar dan kalibening(Banjarnegara).

Singkapan yang banyak ditemukan di sekitar Karangkobar adalah Batupasir tufaan
dan batupasir kuarsaan dengan sisipan napal (Formasi Merawu dan Penyatan) dan
berdasarkan Van Bemmelen merupakan endapan turbidit. Bergerak ke arah utara
dari Karangkobar menuju kalibening banyak ditemukan endapan vulkanik didominasi
oleh tuff dan breksi vulkanik. Dan di sekitar daerah inilah saya banyak
menemukan intrusi (sill maupun dike). Pada batuan di sekitar intrusi inilah
saya banyak mendapatkan air panas dan mineral-mineral yang biasa berasosiasi
dengan mineral bijih (emas, perak) dan bentuknya pun bagus-bagus ada yang mirip
seperti ditemukan di freeport (seperti di pajang di etalase jurusan).

Berdasarkan rekonstruksi strike/dip maupun indikasi (primer maupun sekunder) di
daerah ini memang sangat dikontrol oleh thrust fault.

Memang kebetulan saya berhasil menemukan salah satu rembesan minyak (terdapat
di pasir tufaan) di sebelah utara terminal kalibening yang biasa dipergunakan
oleh penduduk setempat untuk membakar ladang tetapi tidak jauh dari lokasi
rembesan itu (+/- 1 km) ditemukan intrusi yang cukup besar (seperti gunung
buligir).

Yang menjadi pertanyaan saya:
1. apakah memungkinkan untuk terbentuknya suatu petroleum system yang baik,
jika di daerah tersebut juga ditemukan banyak intrusi.
2. Bagaimana kualitas karakteristik reservoar untuk daerah tersebut.
3. Bagaimana dengan migrasi pathway daerah karangkobar.
4. Apakah mempengaruhi kualitas dari petroleum sytem jika thrust fault terlalu
aktif.

Salam
Gunawan'97 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s