TEKTIT

MENGENAL TEKTIT


Tektit adalah batuan kecil berwarna hitam, hijau,atau kadang kuning seperti logam yang tersusun dari gelas silikat dan dipercaya sebagai meteorit yang datang dari luar angkasa atau extra-terrestrial. Beberapa ahli berpendapat bahwa tektit adalah serpihan batu bulan yang terlempar akibat benturan dahsyat dari benda-benda besar yang jatuh ke permukaannya. Beberapa ahli lain berpendapat bahwa tektit adalah pecahan dari meteorit besar yang saling berbenturan yang pecahannya masuk ke atmosfir bumi berupa benda-benda meleleh ( tektit = tektos= melted = meleleh ).

Lokasi ditemukannya tektit tersebar di daerah-daerah tertentu misalnya  Australia dan Tasmania ( australites ), Texas ( bediasites ),  Indo – Cina ( indochinites ),  Malaysia ( malay

sianites ), Checoslovakia ( moldavites ), Luzon ( philipinites atau rizalites ) , Billiton ( billitonites = batu satam ), Martapura ( batu kelulut ), Jawa Tengah ( javanites = batu meteor ), danlain-lain.

Umur tektit ketika sampai di permukaan bumi berbeda-beda. Dengan metode kalium argon, tektik Amerika Utara ditafsir berumur sekitar 34 juta tahun, Chekoslovakia sekitar 14,8 juta tahun, Indo-Cina, Indonesia dan Australia  sekitar 600-700 tahun.

Bentuk dan rupa tektit sangat dipengaruhi oleh mekanisme pembentukan dan    proses erosi yang mengikutinya. Kecepatan gerak dan derajat rotasi pada waktu tektit menembus atmosfir bumi atau terlempar akibat benturan dengan permukaan bumi menyebabkan bentuk tektit sangat beragam misalnya bundar, lonjong, tear drop, buah pir, halter, tidak beraturan dengan lobang pelepasan gas berukuran besar, atau dengan goresan atau alur-alur tertentu.Permukaan tektit juga menunjukkan beragam rupa dan corak. Hal ini sangat dipengaruhi oleh  proses geologi yang dialaminya sejak pembentukannya sampai tiba di tempat ditemukannya.

Secara gemologi, tektit yang mengandung kadar silika atau SiO2 sekitar 72-73 %, memiliki kekerasan  6 skala Mohs, berat jenis sekitar 2,40, dan  indek refraksi 1,507 – 1,510. Kilapnya yang cemerlang seperti cermin setelah digosok , membuat tektit sangat bagus sebagai batu permata. Dan warnanya yang hitam legam ( jauh lebih hitam dari warna kulit mang Okim ! ), dan asal usulnya yang dari angkasa luar, menyebabkan tektit dipercaya oleh sebagian orang sebagai batu pengusir roh jahat, dan memiliki kekuatan menghilangkan rasa takut, dan menghindari kehancuran ( waah, jadi klenik niih !!!). Mereka yang sering berpetualang  ke hutan belantara sering membawa tektit karena dipercaya akan dijauhi binatang buas. Dan last but not least, menggenggam tektit di telapak tangan konon dapat memberikan halusinasi seolah kita menjelajahi ruang angkasa, dari mana tektit berasal.

dikutip dari: http://www.mail-archive.com/iagi-net@iagi.or.id/msg18166.html



About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s